Manakah yang lebih baik?

Sebel… guru yang itu ketat banget… jadi ga bisa nyontek….

Sebagian siswa pasti akan begitu komentarnya kepada guru yang memang tegas dalam mengawasi ujian, apalagi pengawas adalah guru yang tidak pernah ngajar dikelasnya.

Fenomena di atas, sangat terasa sekali ketika musim ujian semester seperti saat ini..
Sebagian siswa tidak menunjukan rasa hormat kepada pengawas padahal itu juga guru..
Sebagian siswa malah mentertawakan tanpa ada rasa takut ketika ada guru yang bersikap lebih tegas…

Jika memang ujian itu hanya dijadikan formalitas.. untuk apa dilaksanakan?
Berbeda sekali suasana disaat saya sekolah dulu… mau nyontek saja sudah takut duluan dan malu….
tapi saat ini nyontek dan bekerjasama adalah hal yang lumrah dilakukan, yang penting nilainya baik… kejujuran pun diabaikan.

Saya selalu mengingatkan kepada siswa agar selalu bersikap jujur dalam segala hal, termasuk dalam ujian.
Karena sesungguhnya penilain itu tidak hanya pada ujian saja.

Terimakasih kepada siswa yang telah bersikap jujur, semoga kehidupan kalian akan lebih sukses di masa depan.
Untuk siswa yang masih punya budaya nyontek, silakan diteruskan. Itu adalah pilihan kalian. Saya hanya berharap semoga kalian sadar…

KEJUJURAN Adalah tabungan untuk kebahagian di masa depan!

Dibenci karena benar… siapa takut?

Iklan

Ini pahaku…Mau?

Beberapa waktu lalu aku melihat seorang remaja, nongkrong diatas motor mio-nya di depan sekolah sedang menunggu temannya [mungkin] dengan menggunakan celana pendek, yang otomatis terlihat [ma’af] pahanya…dengan tidak ada rasa malu sedikitpun. Bahkan kami yang melihat saja malu…

Mungkin kalian berfikir… itu hak mereka…
mungkin kalian berfikir…orang tuanya saja mengijinkan kenapa harus sewot…
mungkin kalian berfikir…urusi saja urusanmu…
mungkin kalian berfikir…selama tidak menggangu yang lain kenapa dilarang…
mungkin kalian mengira…jika di media [TV] ada tayangan yang para artisnya “buka-bukaan” itu boleh ditiru…

Mari kita cerna….
Sesungguhnya kita sedang ditertawakan oleh musuh islam sebut saja yahudi…dkk, karena misi mereka berhasil dalam merusak akhlak dan kehidupan remaja Islam, sedang kita tidak sadar jika kita sedang diperdaya…
Sadarlah nak…
Sadarlah nak…
Sadarlah wahai putri Indonesia…

Renungkan lirik lagu “Putri” yang dibawakan oleh Jamrud

putri gadis belia yang baru melek
jadi liar karena ingin keren
dan dibilang trendi

putri harusnya kau ada di rumah
isi pr atau les fisika
bukan di diskotik

segala macam kau coba asal bau USA
dari red label hingga tanpa bh
tingkah laku berubah serasa hidup di LA
dan kau pun bangga

putri sayang tubuhmu kok digratisin
hanya untuk kejar satu kata
biar dibilang seksi

segala macam kau suka asal bau USA
bercinta di drive-in sambil weekend
semua teman priamu mirip junkies di LA
dan kau pun tertawa
ini konyol namanya
hampir tak ada tujuan pasti
jadi apa yang kau cari
mungkin kau wiraswasta tubuh
atau kau nikmati sendiri

putri wajahmu memelas pucat pasi
mengurung diri dalam kamarnya
dan dibilang bunting

Itulah lirik lagu “Putri”, jika kita renungkan…ada benarnya juga..
Mungkin karena remaja sekarang kurang “siraman rohani”, dikarenakan males ke majlis ta’lim untuk mengikuti kajian.
Dan mungkin karena merasa tidak butuh…. bencana besar buat Islam…

Mau jadi apa kau putri indonesia….

Ingat… Menjadi baik adalah pilihan…
Surga adalah pilihan…
Neraka adalah pilihan…
Silakan pilih yang mana?

Sadarlah sebelum terlambat…

Munajat

Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim
Engkaulah yang Maha Pengasih
Engkaulah yang Maha Penyayang
Kepada Mu aku merayu kepada Mu aku mengadu
Betapa ku mengaku terlalu luas rezeki yang engkau curahkan
Terlalu banyak nikmat yang Engkau limpahkan
Mataku, telingaku, mulut dan lidahku
Sepasang tanganku, sepasang kakiku
Nyawaku, nafasku, hati dan perasaanku
Malah setiap helaian rambutku adalah nikmat dari Mu, Tuhanku
Lantas keagungan dan kemurahan Mu, Kelembutan dan kecintaan Mu
Menuntut syukur yang tiada bertepi dariku

Namun aku mengaku juga Tuhanku
Betapa gersang hatiku dari mensyukuri Mu
Betapa kerontang lidahku dari menyebut nama Mu
Betapa angkuh tubuhku melanggar hukum Mu
Betapa sombong jiwaku melupakan Mu
Betapa lemasnya aku dihanyutkan ombak maksiat terhadap Mu
Maka di sinilah kini aku sebagai hamba Mu
Melutut merayu keampunan Mu
Kutadahkan kedua tapak tanganku ini buat Mu ya Allah
Biarpun ku sadar betapa telah kucemarkan ia dengan kemurkaan Mu
Kutundukkan wajahku ini di hadapan kebesaran Mu
Biarpun ku tahu betapa telah ku kotorkan ia dengan pandangan yang mengundang kebencian Mu
Tetapi tiada tempat lain untukku mengadu
Tiada siapa untukku mohonkan pengampunan
Tiada siapa ku harapkan kecintaan melainkan pada Mu

Ya Allah, aku telah banyak mendzalimi diriku sendiri
Andai kata dosa-dosaku tidak Engkau ampuni
Andai kata aku tidak Engkau rahmati dan kasihani
Niscaya termasuklah aku di dalam golongan hamba-hamba Mu yang rugi
Jadikanlah cinta kepada Mu itu cinta yang paling agung dalam hati ini
Janganlah Engkau biarkan jiwa ini terus keras dikuasai nafsu hewani
Lantaran terlalu takutnya aku akan kemurkaan Mu
Jadikanlah rindu kepada Mu itu hiasan utama dalam hidupku
Agar dapat ku rasakan manis menghambakan diri kepada Mu

Bagaimana dapat ku susuri hidup yang singkat ini
Andai Engkau biarkan aku tercampak jauh dari cinta Mu yang suci
Aku ini hamba Mu yang lemah, ya Allah
Tiada daya dan tiada upayaku kecuali dengan bantuan dari Mu
Tiada pedoman untukku hidup di dunia ini
Kecuali hanya dengan hidayah dan petunjuk Mu

Anugerahkanlah aku jalan yang lurus, Tuhanku
Janganlah Engkau belokkan hatiku
Setelah Engkau kurniakan hidayah Mu padaku
Jadikanlah aku hamba Mu
yang berkejaran mendapat ridlo Mu
Jadikanlah aku hamba Mu
Yang istiqomah menyusuli sunnah rasul Mu
Jadikanlah aku hamba Mu
Yang shalih melaksanakan perintah Mu
Jadikanlah aku hamba Mu
Yang dinaungi perlindungan Mu
Jadikanlah aku hamba Mu
Yang merendah diri di hadapan ketinggian Mu

Ya Allah, hidup dan matiku adalah karena Mu dan hanya untuk Mu
Hapuskanlah dosa-dosaku, Sucikanlah hatiku
Lindungilah aku dari siksa api Neraka Mu.

Sumber:
Mutara Amaly Volume 75 Hal 28-29

S2 layakkah di perjuangkan?

Kondisi ini tidak sedang membicarakan segalanya terpenuhi dari sisi materil maupun non materil.
Percakapan ini saya dapatkan bersama teman seperjuangan, dia pun mendapatkan pembicaraan ini dengan rekannya.

Saya: Pak, kapan ambil S2?

Rekan: Saya ga ambil S2

Saya: Kenapa pak?

Rekan: Sekarang begini…makanan pokok kita itu apa…nasikan? trus kita tambah lauknya agar nasi yang kita makan itu terasa lebih enak. Maksudnya kalo kita makan kan butuh lauk, ga mgk kan kita makan lauk saja tiap hari pasti butuh nasi…
Nah…sama juga dengan shalat.. itu ibaratnya nasi….agar lebih banyak amalnya maka ditambah shalat-shalat sunat ini diibaratkan lauknya. Bukankah tidak ada artinya jika kita shalat sunnah sebanyak-banyaknya tapi yang wajib sering kita tinggalkan.

Saya: benar pak..

Rekan: sama juga dengan menuntut ilmu…masa kita akan mengejar S2..sedang kondisi kita seperti ini…untuk menyekolahkan anak-anak kita saja belum cukup, sekarang jika umur kita 38 misalkan, jika menurut sunnah sekitar usia 60an tahun kita meninggal…berarti kan tinggal bbrp tahun lagi…masa kerja kita 22 tahun lagi, biaya yg dibutuhkan untuk S2 misalkan 30jt sampai wisuda bisa jadi lebih…trus kita pinjam ke bank. untuk 22 tahun lagi apa yang akan kita dapat, bgm dg sekolah anak kita, rumah..dll.
Kenapa kita tidak mengejar untuk yang kekal kelak…shalat kita saja belum sempurna [benar]..padahal ini tdk memerlukan biaya, kita tidak berusaha utk mengejarnya…padahal di akhirat nanti hanya amalan yang baik yg bisa membantu kita.

Saya: Benar pak..

Rekan: Kecuali jika kondisi kita sudah berlebih, amal ibadah kita sudah baik…S2 perlu kita perjuangkan, apalagi itu tuntutan pekerjaan…

Saya: wah…jadi terbuka pikiran saya pak…

Elive 2.0 Topaz

Elive 2.0 Topaz
Where Debian Meets enlightenment.

Setelah selesai download Elive 2.0,  langsung saya coba boot dari USB Flash Drive, dan hasilnya…

Screenshot Desktop Elive 2.0


MPlayer Multi Videos

Situs elive

Patut dicoba untuk para pengguna Debian…

Tanda kiamat jika wanita hilang rasa malunya

Kulsub (Kulah Subuh) di bulan Ramadhan memang bermakna, apalagi jika kita selama sebelas bulan yang lalu tidak pernah megikuti kajian…
Tema kulsub hari ini di mushola kami adalah TANDA-TANDA KIAMAT.
Setidaknya ada 20 tanda kiamat sebelum hari itu tiba sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW.
Tapi yang di bahas kali ini 4 tanda yaitu:

  1. Tanda yang pertama adalah dicabutnya berkah bumi, dicontohkan yaitu terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dll
  2. Tanda yang kedua adlah jika didalam pengadilan sudah tidak ada pengadilan, bagaimanakah kondisi pengadilan sekarang di negeri kita?
  3. Tanda yang ketiga adalah jika manusia umumnya telah hilang rasa kemanusiaannya, bagaimanakah perilaku manusia sekarang?
  4. Tanda yang keempat adalah JIKA WANITA SUDAH HILANG RASA MALUNYA.

Tanda yang keempat inilah fenomena yang sangat bisa kita lihat sehari-hari, banyak wanita Islam mengumbar tubuhnya, mereka masih berpakaian tapi terlihat telanjang, dada diperlihatkan, paha di pamerkan, berpacaran seperti sudah suami istri dianggap wajar. Pemandangan seperti ini dianggap wajar dan umum karena pemerintah negeri ini mendukung dengan adanya media elektronik yang setiap detik memperlihatka selebritis yang “berpakaian telanjang” dan itu belum ada tindakan dari pemerintah melalui Kemeninfo maupun DPR yang katanya wakil suara rakyat…mereka (sebagian DPR) sepertinya lebih mementingkan pribadi dan golongannya,  yang lain masa bodoh…Oh Indonesiaku…

Dengan kondisi sekarang ini kita sebagai sorang ISLAM harusnya lebih meningkatkan kesadaran tentang tujuan utama hidup manusia…
Saya jadi ngeri…karena saya mempunyai 2 anak putri, jika kita tidak pandai mengawasi dan tegas..bisa jadi anak-anak kita akan menjadi bagian dari fenomena ini.
Mudah-mudahan ALLAH SWT selalu mengabulkan do’a dan harapan hamba-Nya yang selalu inigin dijalan-Nya yang lurus.
Dan semoga wanita / remaja putri kita disadarkan arti pentingnya rasa malu… Amin.
Bagaimana dengan laki-lakinya? bisa jadi sama dengan konteks hilangnya rasa malu pada umumnya…
Semoga Allah SWT tidak menurunkan azab kepada hamba-hamba-Nya yang berkeinginan untuk TAKWA…

Sadarlah wahai wanita…
Sadarlah wahai Indonesia…

Blu-ray Disc

386px-Blu-ray_Disc.svg

Logo Blu-ray

616px-BluRayDiscBack

Gambar kepingan Blu-ray


Tipe media: cakram optik kepadatan tinggi

Kode: MPEG-2, H.264, dan VC-1

Kapasitas: 25 GB (satu lapis), 50 GB (dua lapis)

Mekanisme baca: 1x@36Mb/s & 2x@72Mb/s

Pengembang: Blu-ray Disc Association

Penggunaan: Penyimpanan data, termasuk video definisi tinggi

Cakram Blu-ray (Inggris: Blu-ray Disc disingkat BD) adalah sebuah format cakram optik untuk penyimpanan media digital termasuk video definisi tinggi. Nama Blu-ray diambil dari laser biru-ungu yang digunakan untuk membaca dan menulis cakram jenis ini. Cakram Blu-ray dapat menyimpan data yang lebih banyak dari format DVD yang lebih umum karena panjang gelombang laser biru-ungu yang dipakai hanya 405 nm dimana lebih pendek dibandingkan laser merah, 650 nm yang dipakai DVD dan piringan kompak. Format saingan Blu-ray yaitu HD DVD juga menggunakan laser jenis yang sama.

Cakram Blu-ray dapat menyimpan 25 GB pada setiap lapisannya dibandingkan dengan 4,7 GB pada DVD. Beberapa pabrik bahkan telah membuat cakram Blu-ray satu lapis dan dua lapis (50 GB) yang dapat ditulis ulang.[1] Beberapa studio film yang mendukung format Blu-ray bahkan telah merilis atau mengumumkan akan merilis film pada cakram berkapasitas 50 GB.blue ray lebih pendek dari panjang gelombang laser memungkinkan untuk menyimpan lebih banyak informasi pada 12 cm CD / DVD ukuran disk. Minimum “spot size” di mana sebuah laser dapat terfokus dibatasi oleh difraksi, dan bergantung pada panjang gelombang dari cahaya dan kecepatan rana numerik dari lensa yang digunakan untuk fokus itu. Dengan penurunan panjang gelombang, meningkatkan kecepatan rana numerik 0,60-0,85 dan membuat penutup lapisan tipis agar terhindar dari efek optik yang tidak diinginkan, laser dapat difokuskan ke tempat yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan lebih banyak informasi yang akan disimpan di daerah yang sama.

Cakram Blu-ray mirip dengan PDD, format cakram optik lainnya yang dikembangkan oleh Sony dimana sudah tersedia sejak 2004. PDD memilik kecepatan transfer data yang lebih tinggi. PDD lebih ditujukan untuk pemakaian data bisnis atau cadangan.

Sumber:
http://id.wikipedia.org

Iklan