S2 layakkah di perjuangkan?
Kondisi ini tidak sedang membicarakan segalanya terpenuhi dari sisi materil maupun non materil.
Percakapan ini saya dapatkan bersama teman seperjuangan, dia pun mendapatkan pembicaraan ini dengan rekannya.
Saya: Pak, kapan ambil S2?
Rekan: Saya ga ambil S2
Saya: Kenapa pak?
Rekan: Sekarang begini…makanan pokok kita itu apa…nasikan? trus kita tambah lauknya agar nasi yang kita makan itu terasa lebih enak. Maksudnya kalo kita makan kan butuh lauk, ga mgk kan kita makan lauk saja tiap hari pasti butuh nasi…
Nah…sama juga dengan shalat.. itu ibaratnya nasi….agar lebih banyak amalnya maka ditambah shalat-shalat sunat ini diibaratkan lauknya. Bukankah tidak ada artinya jika kita shalat sunnah sebanyak-banyaknya tapi yang wajib sering kita tinggalkan.
Saya: benar pak..
Rekan: sama juga dengan menuntut ilmu…masa kita akan mengejar S2..sedang kondisi kita seperti ini…untuk menyekolahkan anak-anak kita saja belum cukup, sekarang jika umur kita 38 misalkan, jika menurut sunnah sekitar usia 60an tahun kita meninggal…berarti kan tinggal bbrp tahun lagi…masa kerja kita 22 tahun lagi, biaya yg dibutuhkan untuk S2 misalkan 30jt sampai wisuda bisa jadi lebih…trus kita pinjam ke bank. untuk 22 tahun lagi apa yang akan kita dapat, bgm dg sekolah anak kita, rumah..dll.
Kenapa kita tidak mengejar untuk yang kekal kelak…shalat kita saja belum sempurna [benar]..padahal ini tdk memerlukan biaya, kita tidak berusaha utk mengejarnya…padahal di akhirat nanti hanya amalan yang baik yg bisa membantu kita.
Saya: Benar pak..
Rekan: Kecuali jika kondisi kita sudah berlebih, amal ibadah kita sudah baik…S2 perlu kita perjuangkan, apalagi itu tuntutan pekerjaan…
Saya: wah…jadi terbuka pikiran saya pak…

wah, benar juga pak. dipikir-pikir, untuk apa kita mengejar ijazah tinggi-tinggi kalau toh akhirnya kita cuma nembak jadi PNS. udah gitu, sholatnya belum sempurna lagi
salam kunjung
Mungkin, bagi temen2 yang belum keluarga dan ortunya mampu bisa dipertimbangkan untuk S2 atau yg lebih tinggi, namun yang paling utama adalah ilmu agama harus lebih baik dari itu semua.
Trima kasih atas kunjungannya.
salam kenal..salam untuk negeri lombok yang indah…mudah2an bisa sampe kesana
iya bener pak…bagi saya… agama mesti kita dahulukan… salam balik…
S7 Pak (setuju, maksudnya). Meski di hati kecil ini masih ada semangat untuk kembali duduk di bangku perkuliahan, kembali ke masa-masa jaya sebagai mahasiswa, tapi realita mengatakan lain. Saya malah takut jika nanti tambahan gelar M.* yang didapatkan malah memupuk benih kesombongan di hati, apalagi sekarang hampir tidak ada bedanya antara yang S2 betulan sampai mati-matian dengan yang pokoké S2. Wallahu a’lam.